10 Bangunan Megah Paling Futuristik di China

10 Bangunan Megah Paling Futuristik di China

Halo Sahabat semua kembali bersama Insiklo kali ini kita akan Menelusuri Bangunan Megah Paling Futuristik di China, semoga sedikit imformasi ini bisa menambah wawasan buat kita semua

Saat mendengar China, banyak orang langsung membayangkan negara dengan teknologi yang sangat maju.


Namun, kemajuan yang berhasil dicapai negara ini jauh melampaui apa yang dibayangkan banyak orang.

Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai kota di China berkembang dengan kecepatan luar biasa. Teknologi, rekayasa, dan kecerdasan buatan mulai menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Apa yang di banyak negara masih dianggap sebagai gambaran masa depan di China justru telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Berikut Ini 10 Bangunan Megah Paling Futuristik di China

1. Intercontinental Shanghai Wonderland

Jika ada satu kota di China yang paling menggambarkan masa depan, mungkin Shanghai adalah tempatnya.


Di Shanghai berdiri salah satu hotel paling unik di dunia, Intercontinental Shanghai Wonderland.

Alih-alih dibangun menjulang ke langit, hotel ini justru dibangun masuk ke dalam bekas tambang sedalam hampir 90 m. 

Sebanyak 16 dari 18 lantainya berada di bawah permukaan tanah. Bahkan dua lantai di antaranya berada di bawah danau buatan.

Dari balkon kamar, pemandangan yang terlihat bukanlah deretan gedung pencakar langit. melainkan dinding tebing raksasa yang dihiasi air terjun buatan dan pepohonan hijau. 

Membangun hotel di dalam lubang tambang tentu bukan pekerjaan mudah. 

Seluruh bangunannya ditanam langsung ke batuan, dilengkapi lapisan kedap air, serta sistem keselamatan khusus untuk melindungi bagian hotel yang berada di bawah permukaan air. 

Bekas tambang yang dulu dianggap tidak bernilai, kini justru berubah menjadi salah satu hotel paling spektakuler di dunia.

2. Huang Juewan Interchange

Jika Shanghai memperlihatkan bagaimana teknologi mengubah sebuah kota, maka Chong Ching menunjukkan bagaimana para insinyur menaklukkan medan yang sangat menantang.


Salah satu contohnya adalah Huang Jawan Interchange. Simpang susun lima tingkat dengan lebih dari 20 jalur keluar yang menghubungkan berbagai arah kota. 

Dari udara bentuknya terlihat seperti labirin raksasa. Namun di balik rumitannya, seluruh jalur dirancang agar arus lalu lintas tetap mengalir tanpa banyak hambatan.

Bagi pengemudi yang baru pertama kali melintas, satu kesalahan memilih jalur saja bisa membuat mereka tersesat dan harus memutar cukup jauh sebelum kembali ke rute yang benar.

3. Liziba Station

Di kota yang sama terdapat salah satu stasiun kereta paling viral di media sosial, yaitu stasiun Liziba.


Setiap hari banyak wisatawan datang untuk merekam video dengan pose seolah-olah kereta yang melintas sedang masuk ke dalam mulut mereka.

Pemandangan unik itu terjadi karena jalur kereta ini benar-benar melintas di antara lantai 6 hingga 8 sebuah gedung apartemen sebelum berhenti di stasiun yang berada di dalam bangunan.

Dari sudut tertentu, kereta tersebut terlihat seperti menghilang begitu saja ke dalam gedung. Bentuk yang tidak biasa ini bukan dibuat untuk menarik wisatawan.

Karena lahan di Congcing sangat terbatas, para insinyur menggabungkan stasiun dan apartemen dalam satu bangunan.

Dinding kedap suara dan sistem peredam getaran dipasang agar aktivitas kereta tidak mengganggu para penghuni. Sekitar 140 kereta melintas setiap hari.

Meski jalur kereta hanya berjarak beberapa meter dari tempat tinggal mereka, kehidupan para penghuni tetap berjalan seperti biasa.

4. Ping An Finance Center

Jika ada satu kota di China yang menjadi tempat unjuk kemampuan teknologi, mungkin Shenjen adalah jawabannya.


Sulit dipercaya, sekitar 45 tahun lalu, tempat ini hanyalah sebuah desa nelayan kecil. Kini Shenjen menjelma menjadi salah satu kota paling maju di dunia.

Tempat berbagai teknologi masa depan pertama kali diuji sebelum diterapkan di kota-kota lain di China. Di pusat kota berdiri Pingan Finance Center, salah satu gedung tertinggi di dunia.

Dengan tinggi hampir 600 m, gedung ini memiliki lift bertingkat ganda yang mampu membawa pengunjung ke lantai 116 dalam waktu kurang dari 1 menit. 

Kemajuan Shenjen juga terlihat dari sistem transportasinya.

Di jalanan Shenjen, robot pengirim barang, drone pengantar makanan, hingga taksi tanpa sopir sudah menjadi pemandangan sehari-hari.

Di kota ini, teknologi bukan lagi sekedar inovasi, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat.

Dalam waktu sekitar 20 tahun, kota ini berhasil membangun ratusan stasiun metro yang menghubungkan hampir seluruh penjuru kota.

Di jalan raya, ribuan bas listrik dan puluhan ribu taksi listrik beroperasi setiap hari sehingga kualitas udaranya jauh lebih baik dibanding banyak kota besar lainnya.

Sementara itu, arus lalu lintas dipantau oleh sistem kecerdasan buatan yang menganalisis kondisi jalan secara real time, lalu mengatur lampu lalu lintas agar kemacetan dapat ditekan dan kendaraan tetap bergerak lancar.

Shenjen juga menjadi rumah bagi perusahaan-perusahaan teknologi terbesar di China. Di sinilah DJI mengembangkan sebagian besar drone komersil yang digunakan di berbagai negara.

5. Harbin Opera House

Harbin merupakan salah satu kota paling dingin di China. Saat musim dingin tiba, suhu di kota ini dapat turun hingga -30 derajat Celcius. 


Di tengah kondisi ekstrem inilah berdiri Harbin Opera House, salah satu gedung opera paling unik di dunia. Bentuk bangunannya dibuat menyerupai gundukan salju yang menyatu dengan alam di sekitarnya.

Seluruh atapnya dilapisi panel aluminium berwarna putih yang memantulkan cahaya salju. membuat bangunan ini tampak berubah warna mengikuti musim dan kondisi langit. 

Memasuki bagian dalam gedung hampir tidak ditemukan sudut tajam ataupun garis lurus. 

Lorong, tangga, hingga langit-langit dibuat mengalir mengikuti lekukan bangunan sehingga pengunjung seolah berjalan mengikuti aliran ruang.

Dinding auditorium dibentuk menggunakan simulasi akustik komputer agar suara musik dapat tersebar merata ke setiap kursi tanpa memerlukan banyak perangkat penguat suara.

Yang lebih menarik, seluruh proses perancangannya dilakukan menggunakan teknologi pemodelan tiga dimensi.

Para arsitek mengembangkan bentuk bangunan secara digital sejak awal sehingga proyek ini menjadi salah satu gedung opera pertama di dunia yang hampir seluruh proses desainnya dikerjakan tanpa gambar konvensional di atas kertas.

6. Volcano-In Visitor Center

Berbeda dengan Harbin yang identik dengan Salju, di ujung selatan China terdapat pulau Hainan yang beriklim tropis.


Di pulau ini berdiri Volcano Invisitor Center, sebuah pusat informasi wisata yang dibangun langsung di dalam kawah gunung berapi yang sudah tidak aktif.

Ali-ali mendirikan bangunan besar di atas permukaan tanah, para arsitek justru menanam sebagian besar struktur ke dalam cekungan kawah.

Dari kejauhan yang terlihat hanya sebagian atapnya sehingga bangunan ini seolah menghilang di tengah landskap bebatuan vulkanik. Desain tersebut bukan sekedar untuk alasan estetika.

Bukan di bagian atas kawah memungkinkan cahaya matahari dan aliran udara masuk secara alami sehingga suhu di dalam bangunan tetap sejuk tanpa bergantung pada pendingin udara dalam jumlah besar.

Pendekatan ini juga mengurangi perubahan terhadap bentuk asli kawasan vulkanik. Volcano Invisitor Center menjadi contoh bagaimana arsitektur modern tidak selalu harus mendominasi alam. 

Sebaliknya, bangunan ini dirancang untuk mengikuti bentuk lingkungan di sekitarnya sehingga keberadaannya justru terasa menjadi bagian dari landskap, bukan mengubahnya.

7. Jembatan Hongkong-Zhuhai-Macau Bridge

Jika ada jembatan yang dirancang untuk masa depan, mungkin inilah jawabannya. Jembatan Hongkong-Zhuhai-Macau Bridge.


Membentang sepanjang 55 km. Jembatan ini dilengkapi sistem kecerdasan buatan yang mampu mendeteksi pengemudi mengantuk. 

Jika seseorang menguap berulang kali atau menunjukkan tanda-tanda kelelahan, sistem akan langsung mengirim peringatan ke pusat kendali.

Dari kejauhan jalurnya tampak melayang di atas laut. Namun di tengah perjalanan, jalan raya ini justru menghilang ke dalam terowongan bawah laut sebelum muncul kembali di permukaan.

Pembangunannya membutuhkan baja setara 60 menaraffel. Terowongan bawah lautnya tersusun dari 33 tabung raksasa seberat sekitar 80.000 ton yang dipasang satu persatu di dasar laut.

Seluruh struktur dirancang mampu bertahan hingga 120 tahun meski terus diterpa air laut. Berkat proyek ini, waktu tempuh antara Hongkong, Zuhai, dan Makau berkurang dari sekitar 4 jam menjadi hanya 45 menit.

8. Qianjang New City

Di Hangzo terdapat Kianjang, New City, sebuah kawasan modern yang sejak awal dirancang untuk masa depan. 


Kawasan ini menjadi pusat perkantoran dan keuangan baru Hangzo dengan jalan raya, jaringan metro, jalur pejalan kaki, hingga berbagai jaringan infrastruktur bawah tanah yang dibangun sebagai satu sistem terintegrasi sehingga mobilitas menjadi lebih cepat dan efisien.

Di pusat kawasan berdiri Hangzo International Conference Center, bangunan berbentuk bola raksasa berwarna emas yang menjadi salah satu ikon Hangzo.

9. Chanzhou Culture Plaza

Melihat Changou Culture Plaza dari kejauhan, bentuknya langsung menarik perhatian. 


Enam bangunan besar disusun melingkar mengelilingi sebuah plaza di bagian tengah sehingga keseluruhan kompleks ini tampak seperti bunga yang sedang mekar.

Kompleks ini menjadi rumah bagi perpustakaan, museum, teater, pusat seni, hingga ruang pameran.

Semua bangunan saling terhubung melalui jalur bawah tanah dan pejalan kaki sehingga pengunjung dapat berpindah dari satu gedung ke gedung lainnya tanpa harus keluar dari kawasan.

Atap baja berukuran raksasa membuat ruang di dalam tetap luas tanpa banyak tiang penyangga.

Sementara dinding kaca dan logam memantulkan cahaya matahari sepanjang hari membuat tampilan bangunan terus berubah dari pagi hingga malam.

10. Nanjing International Youth Cultural Center

Di tepi sungai Yangze berdiri dua menara dengan bentuk futuristik. Bangunan ini adalah Nanjing International Youth Cultural Center, salah satu karya terkenal arsitek dunia, Zaha Hadib.


Hampir seluruh sisi bangunan dipenuhi garis-garis melengkung tanpa banyak sudut tajam.

Di dalamnya terdapat ruang konferensi, pusat pameran, gedung pertunjukan, hingga berbagai fasilitas untuk kegiatan budaya dan pertemuan internasional.

Seluruh bagian luarnya dilapisi kaca dan logam reflektif yang membuat tampilannya berubah mengikuti cahaya matahari.

Lokasinya juga terhubung langsung dengan Nanjing Eybridge menjadikannya salah satu landmark paling mudah dikenali di kota Nanjing.

Demikian sedikit imformasi tentang Bangunan Megah Paling Futuristik di China dan Semoga bermanfaat.

Terima kasih yang sudah meluangkan waktumya disini, Silakan nih kalau ada kritik, saran kalian bisa sampaikan di kolom komentar.
Baca Juga

Share This

Tidak ada komentar:

Posting Komentar