Penemuan Harta Karun Terbesar di Dunia

Penemuan Harta Karun Terbesar di Dunia

Halo Guys, welcome back to Insiklo dengan imformasi dan fakta-fakta unik yang ada di dunia ini, pada kesempatan ini kita akan membahas tentang Penemuan Harta Karun Terbesar di Dunia.


Pernahkah kamu membayangkan menemukan harta karun legendaris, emas, perhiasan kuno, atau peninggalan bernilai fantastis yang selama ini cuma ada di cerita dan film petualangan?

Kebanyakan dari kita mungkin hanya bisa berkhayal, tapi orang-orang di daftar video ini berbeda. Mereka bukan sekedar berkhayal, tapi benar-benar menemukannya di dunia nyata.

Harta karun suguhan dengan nilai yang luar biasa dan kisah penemuan yang mengejutkan.

Inilah 10 Penemuan Harta Karun Terbesar di Dunia Yang Tak Terduga.

Nomor 10, Harta Karun Silverdale.

Pada September 2011, seorang pendeteksi logam bernama Daren Webster menemukan sebuah wadah timah terkubur sedalam 40 cm di Silverdale dan Keshire.


Awalnya terlihat biasa saja, tetapi saat diangkat, wadah itu menumpahkan ratusan benda perak.

Temuan tersebut segera dibawa ke British Museum dan kemudian diketahui sebagai salah satu harta viking terbesar yang pernah ditemukan di Inggris.

Di dalamnya terdapat lebih dari 200 objek termasuk koin, gelang lengan, cincin, ingot, dan ratusan potongan hex silver dengan total berat sekitar 1 kg.

Koleksi ini berasal dari sekitar tahun 900 Masehi, masa ketika Anglosakson dan pemukim Denmark terlibat konflik sengit.

Yang paling mengejutkan, ada koin bertuliskan Air Dekonut, nama seorang raja viking yang sebelumnya tidak pernah tercatat dalam sejarah, serta koin lain milik Et World, penentang takahta anglosakson.

Karena nilai sejarahnya sangat tinggi, Silverdell H kemudian dinyatakan sebagai treasure dan dibeli oleh Lanceshire Museum Service. 

Harta ini telah ipamerkan di berbagai museum termasuk Lancaster City Museum dan Jorvic Viking Center.

Nomor 9, Harta Karun Kapal Nuestra Senora de Atocha.

Kapal Spanyol ini tenggelam pada tahun 162 saat menjadi bagian dari armada besar yang berlayar dari Havana menuju Spanyol.


Armada tersebut membawa muatan luar biasa. Emas, perak, zamrud, mutiara, dan harta hasil eksploitasi wilayah Amerika Tengah dan Selatan.

Namun baru berlayar sebentar, armada itu dihantam badai besar. Sebagian besar kapal tenggelam termasuk Atocha yang membawa muatan paling berharga.

Selama berabad-abad, legenda Acha hidup dari cerita dan potongan artefak yang sesekali terdampar di pesisir Florida.

Hingga akhirnya, seorang pemburu harta karun legendaris bernama Mel Fisher menghabiskan 16 tahun hidupnya menyisir dasar laut demi satu tujuan menemukan Atocha.

Usahanya terbayar pada tahun 1985. Fisher menemukan bangkai kapal beserta motherload. Harta utama dengan nilai gabungan diperkirakan 450 juta dolar Amerika Serikat.

Alih-alih hanya menikmati kekayaannya, Fisher mendirikan museum agar publik bisa melihat langsung salah satu harta karun laut terbesar dalam sejarah.

Nomor 8, Harta Karun Nimrud.

Di utara Irak dekat kota Mosul terdapat situs kuno Nimrut bekas pusat kekuasaan kekaisaran Asiria.


Dari makam makam kerajaan di tempat inilah pada akhir 1980-an ditemukan koleksi perhiasan dan artefak mewah yang nilainya sering disandingkan dengan makam raja Tutankamun di Mesir.

Masalahnya Irak kemudian dilanda konflik besar, Saat rezim Saddam Husein runtuh dan penjarahan terjadi di berbagai tempat.

Banyak orang mengira harta karun Nimrud telah hilang atau dijual ke pasar gelap.

Namun pada tahun 2003, sebuah ekspedisi bersama National Geographic berhasil mengungkap kebenaran yang mengejutkan.

Artefak-artefak tersebut ternyata diamankan sejak tahun 1990 di brangkas Bank Sentral Irak. Disimpan untuk melindunginya dari perang.

Penemuan kembali ini menjadi bukti bahwa upaya perestarian sejarah benar-benar bisa menyelamatkan warisan dunia.

Nomor 7, Harta Karun Kuil Sree Padmanabhaswamy

Jika ada satu tempat ibadah yang menyimpan harta karun dalam skala nyaris tak masuk akal, jawabannya adalah kuil Padmanabhaswamy di Kerala India.


Dibawah kuil ini tersembunyi koleksi emas dan permata yang disebut-sebut sebagai salah satu harta karun terbesar di dunia.

Harta tersebut tersimpan dalam enam ruang bawah tanah yang diberi kode fault A hingga F.

Isinya beragam singgasana emas, mahkota kerajaan, koin kuno, patung, perhiasan emas dan perak, berlian hingga perlengkapan ritual keagamaan.

Pada tahun 2011, hanya fault A yang dibuka secara resmi dan isinya saja sudah mengejutkan dunia.

Sementara fault B yang diyakini menyimpan harta lebih besar hingga kini masih menjadi sumber perdebatan sengit.

Persoalan kepemilikan, hak pengelolaan hingga alasan religius membuat pembukaan berangkas-berangkas ini menjadi isu nasional di India.

Nomor 6, Harta Karun Istana Hanuman Dhoka.

Kadang harta karun terbesar justru tersembunyi di tempat yang sudah lama kita anggap biasa.


Itulah yang terjadi pada tahun 2011 di Nepal ketika tim pemerintah melakukan pemeriksaan di kompleks Hanumandoka Durbar Square bekas istana kerajaan di Katmandu yang sudah berusia ratusan tahun.

Dari dua ruang penyimpanan yang diperiksa, satu ruangan ternyata kosong, Namun saat pintu ruangan kedua dibuka, para petugas langsung dibuat terdiam.

Di dalamnya tersimpan 15 peti logam dan kayu serta tujuh brangkas besar yang selama ini nyaris tak tersentuh.

Menurut Departemen Arkeologi Nepal, isi ruangan itu mencakup 42 balok perak seukuran batu bata, puluhan artefak perak berukuran lebih kecil, patung Buddha, serta berbagai benda bersejarah lainnya.

Meski tidak disebut sebagai harta karun terbesar di dunia, temuan ini tetap luar biasa karena selama ini tersimpan begitu saja di dalam istana.

Menariknya, ini bukan kali pertama istana Hanuman Doka menyimpan kejutan. Pada tahun 1991, lebih dari 1000 kg perhiasan emas dan perak pernah ditemukan di area kediaman raja.

Nomor 5, Harta Karun Panagyurishte.

Pada 8 Desember 1949, tiga bersaudara Pavel, Petko, dan Mihail Deikov sedang menggali tanah liat di dekat sebuah pabrik keramik di kota Panuriste, Bulgaria.


Niatnya cuma mencari bahan baku, tapi skop mereka malah mengenai benda keras berkilauan.

Saat digali, muncullah sembilan artefak emas murni, mangkuk kritus, kendi berhias sampai bejana besar dengan detail luar biasa.

Koleksi ini kemudian dikenal sebagai Panagyurishte the treasure, salah satu temuan emas trasia paling menakjubkan dalam sejarah.

Usianya diperkirakan dari abad ke-4 hingga ketiga sebelum Masehi dan seluruhnya terbuat dari emas dengan total berat hampir 6,2 kg.

Nomor 4, Harta Karun Emas Bakteria.

Di Afghanistan, sejarah dan konflik sering berjalan berdampingan.

Salah satu contohnya adalah hilangnya bakterian gold, lebih dari 20.000 artefak emas dari kompleks pemakaman kuno di Tillya Tepe yang ditemukan pada 1978.


Saat perang dan kekacauan terjadi pada 1980-an dan 1990-an, banyak pihak yakin harta itu telah dijarah atau lenyap ke pasar gelap.

Namun, kenyataannya lebih mengejutkan, Sejumlah pegawai museum dan warga Afghanistan diam-diam menyelamatkan seluruh koleksi tersebut.

Mereka memindahkannya ke lokasi rahasia, menyembunyikannya dari milisi, penjara, bahkan pemerintah saat itu.

Barulah pada 2003 setelah kabul stabil, harta itu dikeluarkan dari brangkas Bank Sentral Afghanistan, utuh dan lengkap.

Nomor 3, Harta Karun Hand of Faith. 

Pada 1980, seorang pemburu logam bernama Kevin Hillier sedang menyapu semak-semak di dekat Weatherburn Victoria.


Alat detektornya berbunyi keras dan ia mengira hanya menemukan pecahan logam biasa.

Tapi ketika mulai menggali, ia mengangkat bongkahan emas seberat 27,2 kg yang kemudian dinamai Hand of Faith.

Bongkahan ini adalah nugget emas terbesar di dunia yang ditemukan menggunakan detektor logam dan salah satu nugget terbesar yang pernah ditemukan manusia.

Nilainya diperkirakan lebih dari 1 juta dolar Amerika Serikat pada tahun penemuan dan jauh lebih tinggi sekarang.

Temuan ini bahkan memicu kembali demam emas modern di Australia.

Kini Hand of Faith dipajang di Golden Nugget Casino di Las Vegas sebagai salah satu artefak emas paling ikonik di planet ini.

Nomor 2, Harta Karun Kapal San Jose.

Di awal abad ke-18, Spanyol sedang terlibat dalam perang suksesi yang berlangsung 13 tahun.


Untuk membiayai perang itu, mereka mengirim kapal besar bernama San Jose ke Amerika Selatan membawa kembali emas, perak, dan zamrut hasil perdagangan kolonial.

Namun pada 8 Juni 1708, San Jose diserang dan ditenggelamkan oleh armada Inggris dekat Cartagena, Colombia.

Kapal itu karam bersama muatan yang nilainya diperkirakan bisa mencapai belasan miliar dolar bila dihitung harga kini menjadikannya salah satu harta kapal karam paling berharga dalam sejarah.

Selama lebih dari 300 tahun, San Jose hanya jadi legenda. Baru pada 2015, lokasi bangkainya ditemukan kembali di dasar laut Karibia.

Pemerintah Kolombia merahasiakan titik pastinya untuk mencegah penjarahan karena sisa kargonya dianggap harta karun suci bagi dunia arkeologi maritim.

Hingga hari ini, perebutan hak kepemilikan antara Colombia, Spanyol, dan perusahaan pencari harta masih terus berlangsung.

Nomor 1, Harta Karun Emas Dinasti Han.

Para arkeolog Binancang, Ciangsi, Tiongkok menemukan salah satu kumpulan koin emas terbesar dari era dinastihan Barat era 206 sebelum Masehi sampai 24 Masehi.


Temuan ini berasal dari kompleks makam Marquis Haihun yang diyakini milik Liuhe yang pernah menjadi kaisar hanya selama 27 hari sebelum diturunkan.

Dari penggalian yang dimulai sejak 2011, para peneliti menemukan 10.000 artefak, 2 juta Wezu koin dengan berat 10 ton, dan berbagai jenis emas dengan berat total 50 kg.

Temuan ini dianggap yang terbesar dari makam Dinasti Han hingga saat ini.

Kompleks pemakaman seluas 40.000 m² ini mencakup 8 makam dan area khusus untuk penguburan kuda penarik kereta menjadikannya salah satu situs pemakaman Dinasti Han paling lengkap yang pernah ditemukan.

Selain emas, arkeolog juga menemukan potret Confusius, hampir 3.000 tablet kayu dan bambu, serta berbagai benda dari perunggu dan giok.

Penemuan koin dan lempeng emas ini semakin menguatkan catatan sejarah bahwa kekayaan emas pada masa Dinasti Han sangat besar.

Catatan kuno menyebutkan bahwa seorang jenderal pernah menerima lebih dari 50.000 kg emas sebagai hadiah. Sementara seorang pangeran tercatat meninggalkan 100.000 emas saat wafat.

Semoga informasi ini bermanfaat dan sampai jumpa di next artikel berikutnya tentunya dengan cerita dan imformasi yang unik lainnya. 

Jika ada kritik dan saran kalian bisa sampaikan di kolom komentar.
Baca Juga

Share This

Tidak ada komentar:

Posting Komentar