
Di dunia ini ada tempat-tempat yang tidak dimaksudkan untuk dihuni. Namun entah mengapa selalu ada manusia yang memilih untuk tinggal di sana. Bukan karena tempat itu mudah dijangkau.
Bukan karena hidup di sana terasa nyaman, melainkan karena bagi sebagian orang, sebuah rumah bukan ditentukan oleh di mana ia berdiri, tetapi oleh keyakinan yang membangunnya.
Dan inilah kisah tentang bangunan-bangunan yang berdiri di tempat yang nyaris mustahil, namun tetap bertahan melawan waktu.
1. Drina River House - Serbia
Di tengah derasnya aliran Sungai Drina, Serbia, berdiri sebuah rumah kayu kecil sendirian di atas sebongkah batu.

Dikelilingi air yang terus mengalir tanpa henti, rumah itu tampak begitu tenang seolah telah menjadi bagian dari sungai sejak dahulu kala. Tidak ada daratan di sekelilingnya.
Hanya sebuah batu besar dengan rumah mungil yang terlihat nyaris mustahil berada di sana. Dari kejauhan banyak orang bertanya-tanya bagaimana tempat seperti ini bisa ada. Jawabannya bermula pada musim panas tahun 1968.
Saat itu beberapa anak muda yang gemar berenang menjadikan batu tersebut sebagai tempat beristirahat setelah melawan arus Sungai Drina. Dari sebuah tempat singgah sederhana muncul gagasan yang terdengar nyaris mustahil.
Mereka membawa papan-papan kayu dan sedikit demi sedikit berdirilah sebuah rumah kecil yang tak pernah direncanakan menjadi terkenal.
Namun sungai selalu mengingatkan bahwa alam adalah pemilik sebenarnya tempat itu. Ketika banjir datang, Arus Deras beberapa kali menghancurkan rumah itu.
Tetapi setiap kali hanyut, warga kembali membangunnya di batu yang sama. Bukan karena mereka membutuhkan rumah itu, melainkan karena bangunan kecil ini telah menjadi bagian dari kisah sungai yang mereka cintai.
Kini Drina River House masih berdiri menantang derasnya arus yang tak pernah berhenti mengalir. Ribuan orang datang setiap tahun hanya untuk melihat sebuah rumah di tengah sungai.
Dan mungkin justru di atas batu itulah tercipta persahabatan yang dijaga oleh kenangan dan bertahan karena tidak pernah menyerah.
2. Just Enough Room Island - Amerika Serikat
Di antara ribuan pulau kecil yang tersebar di sungai St. Lawrence, tepat di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada, ada sebuah pulau yang begitu mungil hingga nyaris tak menyisakan ruang kosong.

Di atasnya berdiri sebuah rumah, satu pohon, beberapa semak, dan sedikit tanah yang memisahkan dinding dari air.
Tempat ini dikenal sebagai Just Enough Room Island. Sebuah nama yang terdengar sederhana, namun terasa begitu tepat karena memang hanya ada ruang yang benar-benar cukup untuk sebuah kehidupan kecil di tengah sungai.
Luasnya hanya sekitar 310 m². Begitu kecil hingga begitu pintu rumah dibuka, yang terlihat hanya air. Dari kejauhan pulau ini tampak lebih seperti sebongkah batu yang kebetulan ada sebuah rumah daripada sebuah pulau tempat tinggal.
Kisahnya bermula pada tahun 1950-an ketika keluarga Sizland membeli pulau ini sebagai tempat beristirahat dari hiruk pikuk kehidupan kota. Mereka tidak mencari kemewahan.
Mereka hanya menginginkan tempat yang tenang di mana suara air lebih sering terdengar daripada suara kendaraan.
Namun, tak ada yang menyangka tempat yang awalnya dibangun untuk menikmati kesunyian ini justru dikenal oleh dunia.
Foto-foto pulau kecil ini mulai menyebar membuat banyak orang penasaran bagaimana sebuah rumah bisa berdiri di atas sebidang tanah yang nyaris tak memiliki ruang yang tersisa.
Kini Just Enough Room Island menjadi salah satu icon unik di kawasan Thousand Islands. Banyak perahu sengaja melambat saat melintas hanya untuk melihat pulau kecil yang seolah menantang batas tentang seperti apa sebuah rumah seharusnya berdiri.
Dan mungkin yang benar-benar dibutuhkan manusia bukanlah ruang yang lebih besar, melainkan tempat yang terasa cukup.
3. Casado Penedo - Portugal
Di perbukitan Fafe, Portugal, empat batu granit raksasa berdiri diam seperti telah menjaga tempat ini selama ribuan tahun. Dari kejauhan tak ada yang tampak berbeda.

Hanya bebatuan yang menyatu dengan hamparan bukit dan langit yang terbuka luas. Namun ketika melangkah lebih dekat, pemandangan langsung berubah.
Di sela-sela batu-batu raksasa itu tersembunyi sebuah rumah yang seolah lahir dari alam itu sendiri. Bangunan ini dikenal sebagai Casado Penedo atau rumah batu.
Berbeda dari kebanyakan rumah yang dibangun dengan mengubah bentang alam, rumah ini justru mengikuti bentuk empat batu granit yang telah lebih dulu ada.
Batu-batu itu menjadi dinding, fondasi, sekaligus bagian dari kehidupan yang tumbuh di dalamnya. Rumah ini dibangun pada tahun 1974 sebagai tempat beristirahat bagi sebuah keluarga yang mencari ketenangan jauh dari hirup pikuk kota.
Di balik tampilannya yang begitu alami, terdapat ruang keluarga, dapur, kamar tidur, hingga perapian yang menghangatkan malam-malam di perbukitan Portugal.
Hampir setiap sudutnya mengikuti lekuk batu. membuat tak ada satu ruangan pun yang benar-benar sama.
Seiring waktu, Casado Penedo dikenal sebagai salah satu rumah yang unik di Portugal. Banyak orang datang karena penasaran bagaimana sebuah rumah bisa begitu menyatu dengan alam hingga nyaris tak terlihat sebagai hasil karya manusia.
4. House in the Clouds - Inggris
Di atas pepohonan desa Torpnes, Inggris berdiri sebuah rumah yang tampak menggantung di langit. Dari kejauhan, bangunan itu lebih menyerupai menara daripada tempat tinggal.

Seolah sengaja diletakkan lebih dekat dengan awan dibandingkan dengan tanah. Rumah ini dikenal sebagai House in the Clouds. Namanya terdengar seperti kisah dalam buku dongeng.
Namun yang membuatnya istimewa bukan hanya bentuknya, melainkan kehidupan yang pernah dijalaninya. Bangunan ini didirikan pada tahun 1923.
Bukan sebagai rumah, melainkan sebagai menara air yang memasok kebutuhan air bersih bagi seluruh desa. Di bagian paling atasnya terdapat sebuah tangki air raksasa.
Ketika menara air itu tak lagi digunakan, maka demi menjaga keindahan desa yang didesain seperti negeri dongeng, menara air itu disamarkan dengan cara yang tak biasa.
Tangki airnya dilepas dan ruang kosong itu disulap menjadi rumah lima lantai yang bisa disewa. Lengkap dengan kamar tidur, dapur, ruang keluarga, dan jendela-jendela yang menghadap hamparan desa di bawahnya.
Kini House in the Clouds menjadi salah satu bangunan yang unik di Inggris. Orang-orang datang bukan hanya karena bentuknya yang tak biasa, tetapi juga karena kisah tentang sebuah bangunan tua yang berhasil menemukan jadi dirinya yang baru.
5. Saint Michel D'Aiguilhe - Perancis
Di jantung kota Lepuyong Vele, Prancis menjulang sebuah pilar batu vulkanik yang seolah menantang langit. Batu ini merupakan jejak letusan purba yang telah membeku jutaan tahun lalu.

Namun, yang membuatnya begitu memikat bukanlah batunya, melainkan sebuah kapel kecil yang berdiri tenang di puncaknya seakan telah menyatu dengan alam sejak awal waktu. Tempat ini bernama St. Michel D'Aiguilhe.
Dari kejauhan bangunannya tampak hampir mustahil. Sebuah rumah ibadah bertengger di atas pilar batu setinggi sekitar 85 m, menghadap lembah luas yang membentang di bawahnya.
Pemandangan itu memunculkan satu pertanyaan yang sederhana tetapi sulit dijawab. Mengapa seseorang memilih membangun tempat ibadah di tempat setinggi ini?
Mungkin bagi mereka yang membangunnya, semakin tinggi langkah manusia, semakin dekat pula hatinya kepada langit.
Karena perjalanan menuju puncaknya memang bukan sekedar berjalan. Untuk mencapainya, kita harus menaiki sekitar 268 anak tangga yang dipahat langsung mengikuti lekuk batu vulkanik sedikit demi sedikit hingga mencapai puncaknya.
Kapel ini dibangun pada tahun 962 Masehi. berdiri di atas batu yang usianya jauh lebih tua daripada peradaban yang tumbuh di sekitarnya.
Selama lebih dari 1000 tahun, ia tetap bertahan melewati musim, peperangan, dan pergantian generasi seolah menjadi saksi sunyi perjalanan waktu. Sa Michel Daigile bukan hanya bangunan tua yang berdiri di atas batu.
Ia adalah pengingat bahwa dalam sejarah manusia, perjalanan menuju tempat tertinggi seringkiali bukan sekedar untuk melihat dunia dari atas. melainkan untuk mencari sesuatu yang lebih dalam di dalam diri.
Dan hingga hari ini, kapel kecil itu masih digunakan sebagai rumah ibadah sekaligus menjadi salah satu landmark paling unik di Prancis.
6. House on Ellidaey Island - Islandia
Di tengah luasnya Samudra Atlantik Utara. Ada sebuah pulau kecil yang muncul dari lautan seperti sepotong dunia yang terlupakan. Tebing-tebing curam mengelilinginya dari segala sisi.

Sementara hamparan rumput hijau bergoyang pelan di terpa angin yang datang tanpa henti dari laut. Di atas pulau sunyi itu hanya ada satu bangunan berwarna putih yang berdiri sendirian.
Dari kejauhan rumah kecil itu tampak begitu sepi hingga menjadi misteri bagi siapun yang melihatnya. Banyak orang membayangkan ada seseorang yang sengaja memilih meninggalkan dunia untuk tinggal di sana.
Namun, kenyataannya berbeda. Rumah sederhana tersebut adalah pondok singgah milik Asosiasi Pemburu Pavin setempat yang digunakan sebagai tempat beristirahat saat musim berburu tiba.
Setelah musim berlalu, pulau ini kembali tenggelam dalam kesunyian yang sama. Tidak ada jalan raya untuk menuju ke sana. tidak ada tetangga, toko, ataupun jaringan listrik.
Untuk mencapainya, kita harus menyeberangi lautan dengan perahu, lalu mendaki tebing melalui jalur yang telah dibuat sejak lama.
Sebuah perjalanan yang tidak mudah seolah pulau ini hanya membuka dirinya bagi mereka yang benar-benar ingin datang.
Kini, House on Ellidaey Island dikenal di seluruh dunia melalui foto-foto yang beredar di internet. Banyak orang terpikat oleh rumah kecil yang berdiri sendirian di tengah lautan luas itu.
Namun mungkin yang sebenarnya membuat tempat ini begitu memikat bukanlah rumahnya, melainkan kesunyian yang mengelilinginya. Dan jika ada alamat paling sunyi di dunia, mungkin di sinilah tempatnya.
Itulah sedikit imformasi tentang Bangunan Paling Aneh dan unik di Dunia, Dibangun di Tempat yang Tak biasa,
Sampai jumpa di next artikel berikutnya, Terima kasih, Teman-teman sudah meluangkan waktumya, Silakan nih kalau ada kritik, saran, atau apapun itu, kalian bisa sampaikan di kolom komentar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar