Nelayan Paling Nekat di Dunia Demi Hewan Laut Ini

Nelayan Paling Nekat di Dunia Demi Hewan Laut Ini

Halo temanku Semua, Kita kembali lagi dengan cerita-cerita dan imformasi unik yang mungkin banyak orang yang belum mengetahui.

Nah kali ini kita akan membahas tentang Nelayan Paling Nekat di Dunia Demi Hewan Laut Yang Harganya Miliaran, semoga sedikit imformasi ini bisa menambah wawasan buat kita semua.


Lautan tidak hanya luas dan dalam, tapi juga menyimpan harta karun yang nilainya bisa bikin hidup berubah dalam semalam. 

Namun, ada harga yang harus dibayar dan seringki harga itu adalah nyawa. Mulai dari bertarung melawan badai, hiu, racun sampai tubuh mereka sendiri yang hancur karena penyelaman ekstrem.

Berikut Tujuh Hewan Laut Termahal Yang Ditangkap Dengan Cara Paling Ekstrem di Dunia.

Nomer 1: Kepiting Raja Alaska

Kepiting Raja Alaska, Rajanya semua hewan laut termahal. Kepiting ini sendiri hidup di dasar Beringse, perairan antara Alaska dan Rusia yang terkenal sebagai salah satu laut paling ganas di planet ini.


Enggak tanggung-tanggung, industri kepiting raja Alaska sendiri bernilai 5 miliar dolar Amerika atau setara 80 triliun. 

Di mana satu ekor kepiting raja dijual seharga 50 - 200 dolar per ekor alias sekitar Rp800.000 sampai Rp3.200.000.

Tapi buat dapetin kepiting ini, nelayan harus menurunkan pot baja seberat 350 kg ke dasar laut saat musim dingin. 

Di mana gelombang bisa mencapai 12 m dan suhu udara anjlok sampai -30 derajat celcius. Yang artinya satu kesalahan kecil aja bisa bikin kapal terbalik atau nelayan terseret ke laut beku.

Selain itu, pot baja yang berat itu sendiri bisa menghancurkan siapapun yang berdiri di jalurnya saat dilepaskan.

Bahkan, tingkat kematian nelayan kepiting raja 80 kali lipat lebih tinggi dari rata-rata pekerja Amerika.

Di mana diperkirakan setidaknya satu nelayan tewas setiap minggu selama musim penangkapan berlangsung.

Nomer 2: Tuna Sirip Biru Atlantik

Tuna sirip biru Atlantik, Ikan yang bisa bikin satu nelayan langsung jadi miliarder. Ikan ini sendiri bisa tumbuh sampai 680 kg dengan kecepatan berenang mencapai 70 km/h sehingga sangat sulit ditangkap.


Dan karena itulah harga ikan ini pun menjadi sangat mahal. Enggak tanggung-tanggung, pada tahun 2019, seekor tunas sirip biru terjual seharga 3,1 juta dolar Amerika atau setara Rp49,6 miliar per ekor dalam lelang tahunan di pasar ikan Toyosu di Jepang.

Untuk menangkapnya nelayan harus memburu ikan ini di tengah samudra Atlantik menggunakan longine, yakni tali pancing raksasa sepanjang puluhan kilometer dengan ribuan kail yang dipasang sekaligus.

Ditambah lagi badai Atlantik yang terkenal ganas bisa datang kapan aja serta tali longine yang bisa putus dan melukai awak kapal semakin membuat penangkapan ikan ini sangat sulit. 

Perjalanan berburu tuna ini juga bisa memakan waktu berbulan-bulan di laut lepas tanpa kepastian mendapatkan hasil tangkapan.

Sayangnya, populasi tuna ini turun hingga 80% akibat perburuan yang terus dilakukan demi hidangan sushi kelas atas di Jepang.

Nomer 3: Abalon Afrika Selatan

Ada abalon siput laut yang terlihat biasa aja tapi harganya bikin melongo. Daging abalon sendiri dianggap makanan mewah di restoran Asia dengan harga mencapai 300 dolar Amerika per kg atau setara 4,8 juta rupiah per kg untuk spesies Afrika Selatan. 


Dan karena harganya yang selangit inilah perburuan Abalon berubah jadi bisnis kriminal yang sangat berbahaya.

Enggak tanggung-tanggung, perburuan abalon di Afrika Selatan melibatkan sindikat kriminal bersenjata yang menguasai perdagangan gelap senilai miliaran rupiah per tahun.

Untuk mendapatkannya penyelam abalon harus free diving, yakni menyelam tanpa tabung oksigen sambil menahan napas untuk mencungkil abalon dari batu karang satu persatu.

Ditambah lagi perairan Afrika Selatan sendiri adalah habitat Great White Shark. Hiu paling mematikan di planet ini yang bisa kapan saja menyerang para penyelam abalon.

Penyelam ilegal sering beroperasi malam hari tanpa visibilitas dan tanpa peralatan safety yang artinya resiko tenggelam dan serangan hiu bukan ancaman kosong, tapi kenyataan sehari-hari.

Bahkan, pemerintah Afrika Selatan sampai melarang penjualan abalon di dalam negeri untuk menekan perburuan liar. Tapi permintaan dari Asia tetap enggak terbendung dan penyelam terus mati.

Nomer 4: Teripang Emas

Tripang, hewan laut yang bentuknya kayak timun tapi harganya selangit. Di pasar Cina, Tripang kering kualitas premium bisa dijual seharga 300 dolar amerika per pon atau sekitar 4,8 juta rupiah per pon. 


Di mana satu ekor teripang ukuran besar aja bisa laku 160 dolar Amerika atau setara 2,5 juta rupiah  per ekor.

Enggak tanggung-tanggung, teripang sampai dijuluki Cocain of the Sea karena nilai black market yang fantastis dan perdagangannya yang dikendalikan kartel.

Untuk menangkapnya penyelam teripang di Indonesia, Filipina dan Caribia menggunakan sistem kompresor alias selang udara yang dialirin dari mesin bensin tua di atas perahu kecil.

Ditambah lagi mesin kompresor ini sering bocor dan mengeluarkan karbon monoksida yang langsung dihirup oleh penyelam.

Bukan udara bersih yang masuk ke paru-paru mereka, tapi racun yang bisa menyebabkan kematian dalam hitungan menit.

Enggak cuman itu aja. Penyelam sering turun ke kedalaman 30 sampai 40 m tanpa perhitungan dekompresi.

Akibatnya, banyak nelayan yang menderita decompression sickness atau yang sering dikenal sebagai penyakit band atau penyakit penyelam.

Yang lebih mengerikan lagi, banyak penyelam-penyelam ini yang sampai menderita kelumpuan permanen seumur hidup.

Bahkan di perairan Yucata, Meksiko, perburuan teripang sampai memicu konflik berdarah antar geng yang berebut wilayah tangkapan.

Nomer 5: Geoduck atau Kerang Gajah

Geoduck atau Kerang Gajah,. Kerang aneh yang bentuknya bikin orang salah fokus tapi harganya bikin merinding.


Geoduck sendiri adalah kerang terbesar di dunia dengan belalai sepanjang 1 m yang menjulur dari cangkangnya.

Makhluk ini bisa hidup sampai 179 tahun yang bahkan lebih tua dari negara Amerika sendiri. Dan karena ukurannya yang raksasa serta umurnya yang panjang, kerang ini jadi komoditas langka yang sangat dicari.

Enggak tanggung-tanggung. Di Pasar Cina, kerang ini dianggap makanan premium dan dijual seharga 150 dolar Amerika peron atau setara 2,4 juta rupiah.

Untuk menangkapnya penyelam harus turun ke perairan dingin di Pacific Northwest mulai dari Alaska sampai Washington, lalu menggunakan alat hidrolik untuk menyedot pasir dan menggali kerang dari dasar laut.

Ditambah lagi suhu air bisa sangat rendah sampai menyebabkan hipotermia dalam hitungan menit.

Arus kuat di perairan Pasifik dan risiko tersedot atau tertimbun pasir saat proses hidraulik diging juga selalu mengintai penyelam.

Sayangnya meski seekor godak betina bisa menghasilkan 5 miliar telur seumur hidupnya, tapi satu area panen butuh waktu 39 tahun untuk pulih kembali.

Nomer 6: Ikan Napoleon

Ikan Napoleon, Ikan karang terbesar di dunia yang nasibnya tragis gara-gara harganya yang selangit, Ikan ini sendiri bisa tumbuh sampai 2 m dengan bobot 190 kg menjadikannya predator puncak terumbu karang.


Bahkan mereka bisa memangsa Crown of Thor Starfish yang menghancurkan terumbuh. Dan karena perannya yang vital di ekosistem karang, hilangnya ikan Napoleon berarti hancurnya seluruh terumbuh.

Untuk soal harga, harga ikan Napoleon hidup di restoran mewah Asia bisa mencapai 120 Dolar per kg atau sekitar 1,9 juta per kg.

Untuk menangkapnya hidup-hidup, nelayan menggunakan cyanite fishing, yakni menyemprotkan sodium sianida langsung ke celah karang tempat ikan bersembunyi.

Racun sianida ini nantinya akan melumpuhkan ikan tanpa membunuhnya, Jadi ikan bisa dijual dalam keadaan hidup ke restoran mewah.

Enggak cuman itu aja. Sianida juga membunuh terumbu karang secara permanen dan nelayan sendiri bisa keracunan saat menyelam.

Nomer 7: Lobster Karibia

Lobster caribia yang ditangkap dengan cara yang mungkin paling memilukan dari semua hewan di list ini.


Lobster berduri Karibia sendiri diekspor ke restoran Amerika dan Eropa dengan harga 20 - 40 Dolar per pon untuk bagian ekornya saja atau setara Rp320.000 - Rp640.000.

Dan karena permintaan yang terus meningkat, industri ini menelan korban jiwa dalam jumlah yang sulit dipercaya.

Enggak tanggung-tanggung, dilepas Pantai Honduras dan Nikaragua, komunitas suku Miskito jadi tulang punggung industri ini dengan cara menyelam yang sangat berbahaya.

Mereka menyelam tanpa alat safety dan cuma pakai selang kompresor tua yang dialirin udara dari mesin bensin tanpa dive komputer, tanpa pelatihan, dan tanpa perhitungan dekompresi.

Ditambah lagi penyelam bisa turun ke kedalaman 30 sampai 40 m, 12 sampai 15 kali dalam 1 hari yang artinya nitrogen menumpuk di dalam darah mereka tanpa henti sepanjang hari dan menghancurkan tubuh dari dalam secara perlahan. 

Enggak cuman itu aja. Lebih dari 1000 penyelam kito lumpuh permanen setiap tahunnya dan ratusan lainnya tewas di bawah air.

Sekian pembahasan kita kali ini tentang Nelayan Paling Nekat di Dunia Demi Hewan Laut Yang Harganya Miliaran. 

Sampai jumpa di next artikel berikutnya tentunya dengan cerita dan imformasi yang unik lainnya dan semoga informasi ini bermanfaat. Jika ada kritik dan saran kalian bisa sampaikan di kolom komentar.
Baca Juga

Share This

Tidak ada komentar:

Posting Komentar